Melihat masa lalu

“Aku adalah pemberontak dari kebebasan semesta malam.”

Hey folkkks! sedikit pending postingan di bulan ini. Yeah, banyak hal yang secara personal pengen gue ceritakan tentang kejadian belakangan ini. Seperti yang gue bilang sebelumnya kalo nulis itu strees relief banget, but butuh waktu juga biar gue bisa kembali nongkrongin laptop, here we go!

***

Kalo kalian tinggal di daerah Cileduk atau daerah jakarta selatan pasti tau dong flyover baru yang dibuat dari cileduk ke blok s(kalo ga salah, lupa), yap overall udah sekitar 70% progressnya. Bangunanya udah jadi, udah kokoh untuk di pijaki. Gue dan ma boii akhirnya mencoba hunting foto di spot ini, para pemburu sunset dan pencari best place. Ini foto-foto yang di jepret dari kameranya Adira

Welcome to LittleSideGalley: galleri kecil dari seorang penulis murtad dan ngepostnya cuma dikala mood, heheehe

DSC_0145

“17.20 PM”

DSC_0140

” Every step saying ‘Please’. “

DSC_0141

“For every sh*t that we regret”

DSC_0200

“Adira 2017”

DSC_0168

“Most fame idiotique paranoid model of 2017”

DSC_0218

“Notification? you’re killin my mood”

DSC_0262

“Dari kota yang terlalu sibuk pukul 3 pagi”

DSC_0252

” I’m the one who rule my own way”DSC_0196

“Hiruk pikuk”DSC_0197

“Dinding di antara kita”DSC_0227

“BEST ROLE MODEL OF 2017”

 

Entah udah seberapa jauh kita jalan, sekarang yang gue lakukan hanyal duduk di bahu jalan bareng kedua temen gue, gue di tengah di antara Adira da Hanif. Langit cukup kering malam ini, bintang terlalu memenuhi angkasa malam ini. Udara malam yang gak terlalu dingin ngebuat gue menarik sweater rajut, sambil menselonjorkan kedua kaki dan memandangi langit, kita membicarakan hal lalu.

 

Light polution dari perkotaan yang egois.

20170609_201229

Di sisi bahu jalan tempat gue duduk.

20170609_212333-1

Bahkan kita tahu bahwa tanda berhenti itu selalu ada disana20170609_212243-1

Aku akan tumbuh dalam jalan beraspal atau dalam ketidakpastian dunia?

20170609_212252-1

Hasil jepretan vintage dari orang yang kebanyakan pake flash20170609_212121-1

Terang tak akan muncul tanpa gelap20170609_212055

 

Cukup lama gue melewatkan pembicaraan mereka berdua, pandangan gue masih erpaku pada bintang yang paling terang. Side story yang muncul seklias ketika melihat bintang tadi: bahwa, bintang yang paling terang pasti yang terdekat dengan bumi. Bintang adalah matahari yang berpijar pada jarak yang sangat – sangat jauh, butuh waktu yang cukup lama agar cahanya sampai ke bumi. Saking butuh waktu yang lama bisa jadi si bintang tadi sebenernya udah mati, dan cahanya masih menjelajahi ruang angkasa yang super luas, ini disebut melihat masa lalu dalam sebutan ilmiah. Melihat sinar yang telah mati puluhan bahkan ratusan tahun yang lalu dimana di waktu kita yang sedang berjalan kini sama saja dengan melihat cahaya di masa lalu. Andaikan teori ini benar, gue berasumsi masa lalu setiap orang enggaklah selalu buruk, bahkan dalam kondisi terburuknya setelah melewati ruang gelap yang gak kehitung sama sekali luasnya akan jadi indah pada akhirnya, memang memakan waktu tapi begitulah yang terjadi pada bintang-bintang itu, indah pada waktunya.

Gue menoleh sebentar. Lalu kembali kepada langit.

Ada cahaya baru muncul, seperti bintang besar sebelumnya tapi lebih terang lagi bergerak melintang kecil memudar lalu menghilang di telan gelap. Sesaat gue mengira itu pesawat, tapi pesawat mana yang bergerak melintang secara cepat lalu menghilang? Gue berhasil pada satu kesimpulan bahwa yang gue lihat tadi adalah ekor komet atau semacam bintang jatuh. Butuh sekitar 7-10 detik sampai gue menyadari hal itu, gue lalu mengatur nafas dan memejamkan mata. Mungkin ini akan jadi pengalaman gue sekali seumur hidup, gak ada salahnya mencoba berharap pada masa lalu itu. Itu salah satu hal tercantik yang pernah gue lihat langsung dan… serius beda banget ama yang selama ini ada di film-film atau film dokumenter. Bayangin, di luar sana banyak banget bintang, dan di hari itu, jam itu, menit, detik itu dia jatuh tepat di atas gue. Kedua temen gue engga sempet ngeliat karena masih membicarakan sesuatu. Gue adalah satu dari beberapa orang di belahan bumi malam yang di kasih kesempatan buat ngerasain fenomena alam itu. Bisa aja tiap malem gue keluar, ngebawa teleskop memperhatikan bintang di langit sampai akhirya menemukan salah satunya mati di telan gulita, melepaskan ekornya menjelajah andromeda kita, tapi itu terlalu acak, faktanya adalah kita tak bisa memprediksikan tanpa bantuan para ahli. Sama persis seperti yang gue rasakan, kalo sesuatu akan sama seperti bintang tadi, tentang semua di belakang gue sekarang yang akan gue ceritakan di post berikutnya, tentang orang-orang yang sedang merasa di bawah, tentang melihat masa lalu yang kelam. Yeah, siapa tau dari kalian ada yang sedang ngalamin hal kayak gue rasain, cuma mau nginspirasiin aja.

Yeah, semoga postingan ini membantumu : ).

 

 

 

Seenggaknya sekali dalam hidup kalian, gue menyaranan buat ngeliat ini langsung!!! recommended bangett!!!

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s