Blog Vera bagian akhir

img_4175d

 

‘ Lo pake sepatu yang mana?’ tanya Reza.

‘ Loafer coklat gue.’

‘Yang biasanya itu?  Aduuhh, ga cocok sama kaos-celana lo. Gimana kalo converse aja yang item, adakan?’

‘Ada sih…’ ngirim foto.

‘Jangan , jangan , lo malah kayak gembel itu.’

Apa yang salah dengan convers robek-robek dan warna pudar? gembelnya converse lo akan berbanding terbalik samadengan panjang dikali lebar dan tinggi agar kita dapat mencapai volume tingkatan kegaulan seseorang. Coba lihat Andrew Garfield make converse, yang jelas kalo gue yang make ga beda jauh sih , “Juan Putra Garfield Santoso” itu nama tengah gue.

‘ga ada yang lain?’

Gue perfikir sejenak. ‘ OHHHH ADA!’ ngubek-ngubek tempat sampah , bukan , kuburan.

‘nah matching sama baju lo nyet! buruan gih jalan!’

Waktu terasa begitu cepat sampai-sampai sekarang udah 19.35 pm,’ mampus gue telat!’  Hal lain yang sangat gue perhatikan adalah outfit, gue butuh banget outfit lengan panjang , guna nutupin badan yang kurus ini . Buat mempersingkat waktu , jalan tercepat menuju Pondok Indah dari rumah gue sekarang adalah Bintaro , mumpung lewat Bintaro gue mampir kebutik buat cari cardigan.

‘Mbak warna ini ukuran m ada?’ sambil menyerahkan cardigan merah maroon  dari tangan gue.

‘sebentar ya Mas’ mencari di tumpukan baju . ‘ maaf Mas untuk yang itu cuma ada l sama xl aja ukuran terkecilnya’

‘ serius Mbak?’ mulai gusar. Kata Reza setidaknya paling banyak kita berpakaian dengan 2 warna yang berbeda, akan terlihat norak jika terlalu banyak variasi, Reza emang jagonya soal fashion. Pantes dia bajunya gapernah ganti-ganti tiap jalan sama gue.

‘Mbak , Mbak’ gue memanggil pramuniaga tadi kembali.’ Mbak kira-kira warna yang masuk sama saya apa ya?’

‘ saya carikan dulu’ kembali ke tumpukan tadi. ‘ ini Mas’ menyerahkan cardigan 2 warna combinasi biru tua dan abu-abu tua.

‘Mbak yakin yang ini?’ gue mencoba memasukan lengan.

‘bagus , cocok sama Mas!’

‘kalo saya pake kelihatan kurus ga Mbak?’

‘stylish kok ‘ kata pramuniga sambil tersenyum malu-malu kucing.

‘ok saya ambil!’ ajaib, dia bisa meyakinkan gue, padahal warna cardigan sama sekali gamasuk ke baju , celana dan sepatu gue, emang ga salah dia dipekerjakan di butik ini, hebat sekali marketing mereka. Dari situ gue sadar, mungkin ketika nanti sedang krisis uang bulanan cara tadi bisa dipakai. “Bu , tanggal 1 kan seminggu lagi..’

‘ kenapa? uang kamu abis? mau minta lagi? boros banget sih!’nadanya mulai naik.

‘ Oh bukaan , mana mungkin anakmu ini seboros itu….  tunggu itu baju baru ya? baru pertama kali liat , cocok!’ mengacungkan jempol.

‘Ah yang bener kamu , masa sih ? Ibu kira malah keliatan gemuk.’

Sekarang nyokap udah mulai masuk kedalam strategi marketing yang pertama , saatnya penghabisan!

‘Stylish banget!’

‘ Ya, yaa mau minta berapa?’ mengambil dompet disebelahnya.

‘Yessssss!!! Seratus ribu !’

 

Jam terus berjalan , pukul 19.50 baru sampai Veteran, kini gue butuh 15 menitan lagi agar sampai sana. Sambil terus berjalan gue mencoba mengirim pesan ke Vera.

‘ Kirain lo beneran kesini.’

‘Masih di jalan ,’ tulis gue singkat. Setidaknya gue tau 2 hal yang sedang terjadi saat ini . Pertama Vera tiba duluan disana artinya dimana gue telah melanggar aturan blind date no. 14 tahun 1989 yang berbunyi ‘ Dilarangan keras bagi pihak pria untuk  datang terlambat dalam sebuah janji kencan buta’, yang kedua ini berarti gue udah melanggar aturan tadi.

Sesampainya di PIM gue langsung bergegas menuju pintu Metro . Sedikit ada diskriminasi bagi pengguna motor disini , kenapa parkirnya jauh , gue terpaksa harus mendaki gunung melewati lembah heyyy ninja hatori.  Jam tangan gue udah menunjukan pukul 20.10 pm, tak mau membuat Vera menunggu lama , gue mempercepat langkah.

‘Pim 2 kan? tunggu ya gue masih terdampar di Pim1 , otw sana’

‘okeeeeee’ balasnya.

Selesai baca pesan, baru aja gue keluar dari Metro, tiba-tiba.

‘COPEEET!!! COPEEET!!!’ teriak ibu-ibu di depan gue. Gue berhenti kaget,

‘Apasih? ini handphone saya! ini punya saya!’ kata seorang pria botak yang berdiri persis didepan gue juga.

‘ Itu copeetnya! itu hapeee saya!!! copeeet!!!! balikin kutang saya!!!! ‘

Si bapak botak ini sekilas seperti pengunjung mall pada umunya , dia pake baju polo , celana panjang , vantoufel coklat kulit dan jam tangan guess silver. Masih diam tertegun , gue shock harus percaya atau engga. Perlahan mulai banyak orang yang ingin melihat kehebohan ini, yang sontak ngebuat bapak botak tadi mengelak berjalan mundur perlahan.

‘AWASSS COPETNYA KABUR!’ teriak salah satu pengunjung yang ikut menyaksikan.

Tepat di depan gue, dengan tangan yang mulai di amankan oleh pengunjung lain , si bapak botak ini masih mencoba memberontak sambil berkata ‘ LEPASKAN SAYA! INI BENERAN HAPE SAYA! SAYA BUKAN COPET! SAYA BUKAN MALING KUTAANG!’

‘Alaaah bohong!’ kata ibu tadi. Entah kenapa seolah badan gue serasa ada yang merasuki, tangan gue bergerak dengan sendirinya mencoba menahan bapak ini agar tak melarikan diri, karena dia lebih rendah dari gue , maka tangan gue dengan leluasa dapat menjangkaunya, dari belakangnya gue mencoba menghadang sambil menoyor-noyor kepalanya ‘mampus lo mampussslo mampusss,’ tak lama petugas keamanan datang ,gue menghilang dalam keramaian. Jangan di tiru , meskipun itu copet tetapi menoyor kepala orang lebih tua adalah tindakan yang kurang terpuji, ya kecuali kalo kamu lebih tinggi.

‘ dimana ? ‘

‘ di dalem , ‘ balas vera. ‘ Deket sushi bar.’

Malam itu Sushi tei masih ramai pengunjung, terlihat waiting list yang panjang. Masih belum masuk kedalam , jantung gue serasa mau mejret , sendi-sendi kaki mulai kehilangan tenaga , kesadaran juga mulai memudar, kemana perginya keberanian gue yang tadi.

‘ Kira-kira gue harus ngomong apa? gimana kalo ternyata Vera adalah sosok yang lain? gimana kalo dia lupa muka gue terus nanti dia ngira gue adalah mucikari yang sedang mencari perawan kesepian? apa gue batalin aja? tapi ini udah di depan.’ mendadak panik.

Engga sulit  menemukan Vera, dia duduk meja ke 2 dekat sushi bar.

Berjalan mendekat.

‘DOOORRRR!’ sapa gue mengejutkan dari belakang.

‘HAEEEEEHHH!!!’  Vera terkejut , dia kejang-kejang, keluar busa dari mulutnya ,kena serangan jantung , terus  mati.

Tamat…

sangat dramatis bukan?

Kita ulangi lagi.

‘Heyyyy udah lama?’ menepok pundak Vera.

‘ Aiiih?!’ melihat gue dengan tatap aneh. ‘ MAU HIPNOTIS YA?!!!TUKANG HIPNOTIS YA!!!’

ngelempar wasabi ke muka gue.

‘AAKKKHHHH PEDESSSS PEDEEESS MATA GUEEEEEE!’ menjerit histeris. Chaos.

Bukan ,yang bener seperti ini.

‘hallo’

menatap gue heran ‘ hallo?’

‘iya mbak saya dari sempurna , Mbaknya smoking smoking? boleh saya minta datanya sebentar ya Mbak?’ bukanlain gue adalah spg rokok.

Kembali kecerita.

‘ Vera?’ sapa gue.

‘ Juan?’ berdiri.Menatap satu sama lain.

Lalu bepelukan . ‘ Adikuuu kemana saja kamu selama ini , Abang mencarimu kemana mana Adiku!’

Vera ternyata adalah Nikita Wily dan gue sekarang sedang ada dalam acara Putri yang ketuker. Drama abizzz.

Well kita ngobrol banyak hal,  Vera bilang kalo ternyata dia waiting list 17 dan setengah jam nungguin. Piring Vera juga masih tersisa potongan ebi tempura yang terlihat belum ia selesaikan , gue memesan salmon maki dan chuka idako.

‘cobain deh.’ gue ngambilin idako ke piringnya.

‘gelii bangett ewwwhh.’ seraya melahap idako. ‘ hmmmmm .’

‘ enakkan?’

‘yaaa not bad lah’

Suasana  semakin sepi , kursi juga mulai banyak yang kosong, engga berasa 2 jam begitu saja berjalan maju, dari segelas ocha berakhir dengan refill gelas ke 3.

‘Untung gue bisa dapet tempat disini,’ katanya.

‘maksudnya?’ tanya gue.

‘iya gakebayang kalo di sushi barnya , apalagi kita lama gini. Capek harus miring-miring duduknya.’

‘hahaha iya.’sambung gue. ‘ Bisa dislokasi leher tau ga’

‘hahahhha’ Vera tertawa kecil.

Perbincangan gue dan dia ga berhenti disitu , sepanjang jalan menuju parkiran , melewati kios-kios yang mulai menurunkan tirai , alunan lagu jazzy yang dimainkan  live music, dan gue baru sadar waktu terasa begitu cepat seolah kita telah masuk kedalam lorong waktu.  Malam itu gue pulang mengantarkan Vera, jaga- jaga ketika sampai di depan rumah orangtuanya keluar gue akan berkata seperti lelaki jantan lainya, ” maaf Om , Tante sampe larut gini ,” atau saking takutnya gue  ” maaf Om , Tante eykee nganter Veranya kemaleman , yuuk capcuss cyieeen,” cabut pergi gitu aja. Tapi tidak , sampai akhirnya Vera menghilang dari balik pintu, orang tuanya tak kunjung keluar, selamat.

Sesampainya gue dirumah, gue mengerim pesan ‘ btw thanks loh,’ dimana saat yang bersaamaan Vera juga mengirim ‘ makasih bgt lho tadi, ga rugi gue pulang telat .’

‘ baru gue mau nge Line, ‘ tulis gue lagi. ‘Kok barengan si nyet ngeline nya serem’ balasnya.

Kalau ini adalah sebuah sinetron yang dimana akan berlangsung selama 2500 episode, maka ketika adegan menulis pesan yang dikirim bersamaan seperti ini , dapat mengantarkan gue dan Vera kedalam hubungan yang berlanjut , tapi siapa juga yang mau nonton episode sebanyak itu , terkesan maksa ketika judul awalnya adalah ” Tukang siomay naik haji ” bahkan sampai episode ke 1204 si tukang siomay udah 3x naik haji , munculah Haji Mukidi yang amat-amat dengki. tunggu Mukidi siapa? (entahlah lagi viral belakangan ini).Gue lalu ngetweet ” maybe its called time warping ,” sambil mengingat kejadian tadi. Banyak hal tanpa rencana yang gue lewati hari ini, adek gue Lidya , sebelum berangkat dia menyemangati gue, sesaat sebelum masuk ke dalam Sushi tei dia tanya , apa gue masih kelihatan rapi , karena biasanya muka selalu kumel , dia juga mengingatkan kalo gue telat banget dan dia juga bilang supaya ga tegang , aneh disaat gini dia jauh terlihat dewasa dari gue. Baru aja ketemu sama temen lama  yang udah sekian tahun entah kemana, untungnya dia make wedges yang ngebuat dia terlihat lebih tinggi dari gue , orang lain juga gabakal ngira kalo gue cowonya pasti mereka akan bilang ‘ Mbak dilarang bawa monyet ke dalam Mall’. Gue ingat, dia menyisihkan potongan ekor ebi tempura karena kekenyangan dimana gue minta izin memakan sisa potongan terakhir. Buntut adalah bagian ternikmat dari se ekor udang. Gue juga ingat betapa nerveous saat pertama kali natap matanya , kaki gue mati rasa saat itu , salah tingkah gue hampir kambuh. Malam masih berlanjut , kita berakhir dengan quickfire question hingga  3 pagi.

 

Selama bebeapa hari itu gue dapet refrensi sebuah novel dari Vera, pengarangnya adalah Enny Brow ,gaya bahasa yang sangat kaya , siapa tau ada dari kalian yang pengen jadi penulis, selamat membaca! #cheers.

3c5l540af3f335abd4ec74mx

Still Favorite menu! *menggeliatgeliat

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s